Kamis, 25 Juni 2026

Pemamfaatan AI bagi Guru dan Aparatur Pemerintah Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe

 

Yayasan Cemerlang Indonesia Ku dan BAKTI Komdigi Sukses Selenggarakan Pelatihan AI bagi Guru dan Aparatur Pemerintah Aceh Utara

 ACEH UTARA – Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pendidikan dan pemerintahan. Salah satu teknologi yang saat ini menjadi perhatian dunia adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan yang mampu membantu manusia dalam mengolah informasi, menganalisis data, serta mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat dan efektif.

Sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di era transformasi digital, Yayasan Cemerlang Indonesia Ku bekerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Membaca dan Mengambil Keputusan Secara Statistik” yang dilaksanakan secara online pada 24–25 Juni 2026. Namun sebelumnya juga sudah dilaksanakan secara offline di Aula Dinas Cabang Pendidikan Wilayah Kota Lhokseumawe mulai tanggal, 15-20 Juni 2026 dan berlangsung sukses.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari secara online tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri atas guru dan perwakilan instansi pemerintah dari Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Melalui pelaksanaan secara daring, peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari lokasi masing-masing dengan tetap memperoleh kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan narasumber melalui sesi diskusi dan tanya jawab dan juga melalui WA Group.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang muncul akibat perkembangan teknologi digital. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap pengelolaan data dan informasi yang cepat, kemampuan memahami dan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan oleh tenaga pendidik maupun aparatur pemerintah.



Pembina Yayasan Cemerlang Indonesia Ku, Dr. Hary Budiarto, M.Kom., menyampaikan bahwa transformasi digital tidak hanya menuntut ketersediaan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara optimal. Menurutnya, peningkatan kompetensi digital menjadi langkah strategis untuk memastikan masyarakat dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Artificial Intelligence merupakan salah satu teknologi yang akan terus berkembang dan memberikan dampak signifikan pada berbagai sektor kehidupan. Oleh karena itu, peningkatan literasi digital dan pemahaman mengenai AI perlu terus dilakukan agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara produktif dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Cemerlang Indonesia Ku, Adnan Pandu Praja, SH., LL.M., menegaskan bahwa yayasan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pengembangan kapasitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, penguatan kompetensi digital menjadi salah satu investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

“Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui berbagai program pelatihan, kami berupaya membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi era digital,” kata Adnan.

Ia menambahkan bahwa guru dan aparatur pemerintah memiliki posisi strategis dalam mendorong transformasi digital di lingkungan masing-masing. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi bagi kedua kelompok tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Cemerlang Indonesia Ku, Yos Rusdiansyah, S.E., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan aplikatif. Materi yang diberikan disusun agar peserta dapat langsung memahami bagaimana Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas profesional sehari-hari.

 “Tema yang kami angkat sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Kami melihat bahwa kemampuan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence menjadi keterampilan yang semakin penting, baik di lingkungan pendidikan maupun pemerintahan. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung menunjukkan tingginya minat terhadap pengembangan kompetensi digital,” ujar Yos Rusdiansyah.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan secara online juga menjadi solusi yang efektif untuk menjangkau peserta dari berbagai wilayah tanpa terkendala faktor geografis. Selain lebih fleksibel, metode pembelajaran daring memungkinkan interaksi yang tetap aktif melalui berbagai sesi diskusi, praktik, dan tanya jawab.

Dalam kegiatan tersebut, Yayasan Cemerlang Indonesia Ku menghadirkan Agung Wijoyo, S.Kom., M.M., dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, sebagai narasumber utama. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar Artificial Intelligence, perkembangan teknologi AI, pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan, hingga praktik penggunaan berbagai platform AI yang dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Dalam pemaparannya, Agung Wijoyo menjelaskan bahwa data telah menjadi aset penting dalam berbagai organisasi. Namun, data yang tersedia tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak mampu diolah menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

“Keputusan yang baik seharusnya didasarkan pada data yang akurat dan relevan. Artificial Intelligence dapat membantu proses analisis data menjadi lebih cepat dan sistematis sehingga menghasilkan informasi yang mendukung pengambilan keputusan secara lebih objektif,” jelasnya.


Ia juga menegaskan bahwa Artificial Intelligence bukanlah teknologi yang bertujuan menggantikan manusia, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan efektivitas dan produktivitas kerja. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis tetap menjadi faktor utama dalam memanfaatkan hasil analisis yang dihasilkan oleh sistem AI.

Selama pelatihan, peserta diperkenalkan dengan berbagai contoh penerapan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan dan pemerintahan. Bagi kalangan guru, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan materi pembelajaran, pembuatan soal, pengembangan media pembelajaran interaktif, hingga pengelolaan administrasi pendidikan.

Sementara itu, bagi aparatur pemerintah, teknologi AI memiliki potensi besar untuk mendukung pengelolaan data, penyusunan laporan, analisis kebutuhan masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan kemampuan mengolah informasi secara cepat, AI dapat membantu proses kerja menjadi lebih efisien dan akurat.

Selain membahas aspek teknis, pelatihan juga memberikan perhatian khusus pada aspek etika penggunaan Artificial Intelligence. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan data, melindungi privasi pengguna, melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan AI, serta memahami berbagai risiko yang mungkin muncul akibat penggunaan teknologi secara tidak tepat.


Pembahasan mengenai etika menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini karena perkembangan teknologi yang sangat cepat harus diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai tanggung jawab penggunaannya. Peserta didorong untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan tetap mengedepankan nilai-nilai profesionalisme dalam setiap aktivitasnya.

Pelaksanaan pelatihan secara online berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta. Berbagai pertanyaan dan diskusi muncul terkait penerapan AI dalam proses pembelajaran, pengelolaan administrasi sekolah, pengolahan data pemerintahan, penyusunan laporan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kesadaran terhadap pentingnya kompetensi digital terus meningkat. Banyak peserta mengaku memperoleh wawasan baru mengenai berbagai peluang pemanfaatan Artificial Intelligence yang dapat diterapkan secara langsung dalam pekerjaan mereka.

Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini juga mendapatkan apresiasi dari Kaprodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, Effriyanti, S.E., Akt., M.Si., CA. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami merasa bangga karena salah satu dosen Program Studi S1 Manajemen Universitas Pamulang, Bapak Agung Wijoyo, S.Kom., M.M., dipercaya untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Kami berharap materi yang disampaikan dapat memberikan wawasan baru, meningkatkan keterampilan peserta, dan mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Effriyanti.

Ia juga menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat agar upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Kami juga berharap kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas,” tambahnya.

Menurut Effriyanti, tingginya antusiasme peserta selama pelatihan menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap peningkatan kompetensi digital semakin besar. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan transformasi digital di berbagai sektor pembangunan.

Melalui kegiatan yang telah dilaksanakan ini, Yayasan Cemerlang Indonesia Ku bersama BAKTI Komdigi berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan literasi digital masyarakat Indonesia. Penguasaan teknologi Artificial Intelligence diharapkan mampu membantu guru dan aparatur pemerintah dalam menjalankan tugasnya secara lebih efektif, inovatif, dan berbasis data.

Ke depan, Yayasan Cemerlang Indonesia Ku akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menghadirkan program-program peningkatan kapasitas yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi, Indonesia diharapkan semakin siap menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan berbagai peluang yang hadir di era digital.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara organisasi masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah dapat menghasilkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui peningkatan kompetensi digital yang berkelanjutan, masyarakat Indonesia akan semakin siap membangun masa depan yang lebih inovatif, produktif, dan berdaya saing di tingkat global.(Cekgu Yoes)